Ada seorang pasien ( bapak-bapak) setengah umur yang mengeluh sering pusing. Dia datang kepada seorang dokter ahli. Kemudian dokter tersebut memeriksa secara menyeluruh orang tersebut. Dokter nampak terkejut karena dikepalanya, tepatnya di otaknya ada benjolan yang dicurigai sebagi kanker. Kemudian dokter tersebut malkukan pemeriksaan lanjutan, dan memang benar bahwa itu adalah kanker.
Kini tiba saatnya dokter tersebut mengumumkan hasil pemeriksaan tersebut.
“Pak Wardi, maaf saya harus mengatakan yang sebenarnya”, kata dokter membuka pembicaraan. “ini semua demi kebaikan bapak dan keluarga” lanjutnya.
“Baik Dok, apapun itu katakanlah” jawab Pak Wardi
“saya akan mengatakan yang sesungguhnya, ini semua adalah kehendak Yang Kuasa, Pak Wardi harus tabah dan sabar dengan hasil pemeriksaan ini”, kata Dokter.
“Setelah memalui beberapa rangkaian pemeriksaan ternyata Pak Wardi menderita kanker otak, yeng menyebabkan bapak sering pusing”, dokter melanjutkan….
Namun tanpa dinyana tanpa disangka, bukannya sedih mendengar kabar ini, namun Pak wardi justru tertawa terbahak-bahak….
“Puji Tuhan…..puji Tuhan semesta alam….”, sambil bertepuk tangan pak wardi berucap.
“lho pak wardi ini bagai mana, sakit kanker kok malah bersorak dan bersyuku?” tanya dokter keheranan..
Kemudian pak wardi diam dan menjawab” Begini dokter selala ini istri saya selalu mengatakan kalau saya ini tidak punya otak, tapi ternyata sekarang terbukti bahwa saya mempunyai otak, bukankah itu perlu disyukuri?” pak wardi balik bertanya setelah menjelaskan alasannya mengapa dia tertawa.
Kemudian dokter itu tersenyum, ternyata dia mendapatkan suatu pembelajaran mengenai persepsi. ternyata dibalik semua peristiwa selalu ada peristiwa lain yang tak kalah indah….
Persepsi
Februari 12, 2010 pada 8:46 am (Uncategorized)
mulai dari diri sendiri
Desember 21, 2009 pada 8:54 am (Uncategorized)
Pencemaran lingkungan sudah sampai pada taraf memprihatinkan. tapi apakah rasa prihatin ini hanya sekedar prihatin? tanpa ada tindakan?
Sadar atau tidak sadar setiap saat kita menyumbang pencemaran yang cukup banyak. saat berangkat ke kerja, kita menyalakan mesin, disitulah kita mulai menyumbang pencemaran. Residu bahan bakar yang keluar dari knalpot, yang berupa karbon monoksida, adalah racun yang cukup jahat bagi kesehatan. Dalam jangka panjang akan sangat menganggu kesehatan.
Pernahkan kita berpikir untuk meminimalkan pencemaran yang kita lalukan?
Bagi yang peduli dengan lingkungan pasti pikiran itu sering muncul di benak kita, hanya saja mungkin tak tahu harus memulai dari mana.
Hal yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan adalah memulai dari diri sendiri.
Kita bisa memulai dengan mematikan mesin kendaraan kita apabila kita berhenti lebih dari 30 detik, misal di lampu “bang jo” (traffict light). Apabila ini konsisten kita lakukan, maka kita sudah mengurangi pencemaran lingkungan, khusunya udara. Memang terasa sangat kecil, tidak signifikan, tetapi apabila ini sudah dilakukan oleh banyak orang, maka akan menjadi sangat berarti. Bukan hanya pencemaran lingkungan yang kita kurangi, kita juga menghemat bahan bakar minyak.
Coba bayangkan: apabila kita berhenti lebih dari 30 detik dan kita mematikan mesin, minimal se per sekian juta persen kita mengurangi pencemaran (parameter gak tahu), dan misalnya dalam 1 hari saja kita bisa menghemat 0,1 liter, maka apabila dikalikan dengan populasi kendaraan bermotor di dunia, maka akan didapat angka yang cukup signifikan…….
…bersambung…..
kreatif itu indah
November 28, 2009 pada 2:28 am (kreasi, tips)
kreatif……. kata dasar kraesi= membuat sesuatu yang baru…
berkreasi bisa menggunakan apapun,…..
berkreasi membuat kita tidak takut akan kelaparan, krarena dari kreatifitas kita bisa muncul suatu ide bisnis yang baru yang bisa mendatangkan uang…. selamat berkreasi, apapun itu asalkan bisa menambah manfaat pasti ada faedahnya
hudrogen generator
Juni 29, 2009 pada 8:57 am (Uncategorized)
Hydrogen Generator (Electrolyzer)
Saya berusaha untuk membuat ulasan ini sejelas – jelasnya. Namun apabila masih ada yang kurang jelas dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan tulis komen / email di raiderobie@yahoo.co.id. Tapi jangan tanya proses kimia yang terjadi ya! Saya sendiri jg nggak tau! Saya hanya orang awam yang mau mencoba.
Alat & Bahan:
Tang
Gunting
Solder
Cutter
Selang bensin ( yang murah aja yang warna hitam, Rp 1000 an)
Kabel
Cable tie ( Rp 500 an )
Dioda bridge ( Rp 6000 an)
Sekring motor
Lampu
Selotip hitam
T akuarium ( Rp 250 an)
Lem besi / terserah yang penting kuat
Toples ( saya pake bekas nestle coffee mate) / terserah
Pengaris stainless steel ( yang 40 cm Rp 6000)
Dudukan botol minum sepeda ( Rp 10.000) / diikat pake kawat jg bisa
Bahan & alat di atas yang saya gunakan. Apabila sulit didapat / bisa diganti dengan bahan / alat lain yang lebih ekonomis monggo saja…..
Skema Hidrogen Booster
Langkah pertama, siapkan elektrodanya. Potong penggaris stainless membujur/memanjang, sehingga penggaris terbagi menjadi dua bagian. Untuk yang satu ini bisa pakai gerinda / minta bantuan tukang las. Bentuk / lekukkan potongan penggaris tadi sesuai skema di atas. Beri isolator diantara kedua bagian penggaris agar tidak saling menempel. Untuk isolator ini saya menggunakan potongan kecil selang dan kemudian saya lem. Ikat kedua bagian elektroda ( bahan pengikat dari isolator ) agar posisi tidak berubah.
Kemudian siapkan botol / toples yang digunakan. Buat tiga lubang pada tutup toples. 2 untuk kabel, 1 untuk T akuarium. Usahakan lubangnya tidak terlalu besar. Di pas saja ukurannya. Kabel yang saya gunakan kabel engkel ( bukan kabel serabut). Saya menggunakan kabel engkel karena ketika di lem besi sudah cukup kuat. Tidak perlu memakai baut. Buat juga lubang pada bejana kecil sebagai lubang kabel, udara, dan lubang keluar air yang masuk. Bejana kecil yang saya gunakan bekas takaran rinso matic. Ukurannya pas dengan mulut toples. Masukkan kabel dan T akuarium ke dalam lubang tersebut. Hubungkan kabel dengan elektroda. Pastikan dulu ketika dimasukkan ke dalam toples electroda menyentuh dasar, sehingga tidak menggantung. Lem dengan lem besi. Lebih jelas lihat skema di atas dan foto di bawah ini.
Isi toples dengan campuran air dan baking soda kira2 60% kapasitas toples. Baking soda yang dicampurkan kira2 1-2 sendok. Air yang digunakan sebaiknya air suling karena H2O murni. Bisa dibeli di apotik. Tapi karena malas belinya saya pake aqua saja.
Sekarang saatnya memasang alat ke motor!
Saya mengaplikasikan di Honda Tiger 2000 saya. Untuk jenis motor yang lain bisa di kira – kira sendiri. Prinsipnya sama saja. Silahkan simak skema di bawah.
Untuk mempermudah pemasangan sebaiknya tangki dilepas dulu. Kemudian pasang kabel sesuai skema di atas. Berikut foto2 nya:
Untuk tiger, kupas sedikit kabel kuning yang keluar dari mesin sebelah kiri, sambungkan ke dioda bridge.
Dioda bridge saya ikatkan ke rangka tengah.
Selang yang keluar dari botol disambung ke saluran antara karburator dan filter. Pasang ke bagian yang paling dekat dengan karburator.
Kalau sudah terpasang semua, nyalakan mesin. Setelah beberapa saat, RPM motor akan naik dengan sendirinya. Pertanda gas sudah masuk ke dalam ruang bakar. Asap knalpot yang menyengat per lahan2 hilang. Untuk menstabilkan RPM, kecilkan stasioner dengan memutar stasioner ( berwarna hitam bergerigi di samping karburator). Karena pengalaman sebelum saya kecilkan stasionernya ketika saya geber gasnya mbandang ( nggak mau turun).
Selesai!!Horee sudah jadi!!
Review alat ini:
Karena ini baru percobaan awal, alat yang saya buat memiliki beberapa kekurangan.
Botol terlalu besar, sehingga kurang efektif. Selain itu juga terlalu mencolok sehingga mengganggu penampilan. Beberapa kali saya ditanyai orang mengapa saya mengikat botol di situ. Mungkin disangkanya sudah agak nggak waras.
Kabel yang saya gunakan sewarna, jadi sering lupa mana +/-
Penghematan BBM ada, tetapi belum terlalu signifikan. Saya masih bingung campuran baking sodanya seberapa. Saya ingin lebih irit lagi. Rencananya mau nyoba KOH. Masih nyari.
Kelebihan yang sudah saya rasakan,
Tarikan lebih enak. Getaran mesin berkurang. Lebih nyaman dikendarai.
Penghematan BBM (walau masih sedikit)
Emisi yang lebih rendah. Saya memang tidak menggunakan alat uji emisi. Namun bisa dirasakan kok. Biasanya ketika motor dinyalakan di garasi sebentar saja sudah bikin nafas sesak. Setelah saya pakai alat ini bau menyengat dari knalpot hilang.
Satu hal, membuat alat ini mengsyikkan. Banyak hal yang bisa di coba – coba. Namun jangan lupakan keselamatan. Juga, siap – siap untuk membuat seisi rumah berantakan! Ke depan saya akan berusaha membuat yang lebih bagus lagi. Bisa lebih irit lagi.
Selamat mencoba. Cari sumber sebanyak banyaknya, dan lakukan inovasi. Jangan takut untuk mencoba dan jangan takut gagal.
Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk anda.
aneka tips
Juni 25, 2009 pada 2:54 am (tips)
tips membuka baut + aga r tidak slek:
1. getok kepala baut dengan palu
2. buka dengan obeng + yang masih bagus, kalau tidak yakin gunakan obeng ketok…
Hello world!
Juni 11, 2009 pada 1:46 am (Uncategorized)
Selamat datang para Motor User di MotorUser.wordpress.com, blog ini disponsori oleh WordPress.com. Ini adalah blog penggemar dan pengguna Motor

KLX 150 by Kawasaki