Ada seorang pasien ( bapak-bapak) setengah umur yang mengeluh sering pusing. Dia datang kepada seorang dokter ahli. Kemudian dokter tersebut memeriksa secara menyeluruh orang tersebut. Dokter nampak terkejut karena dikepalanya, tepatnya di otaknya ada benjolan yang dicurigai sebagi kanker. Kemudian dokter tersebut malkukan pemeriksaan lanjutan, dan memang benar bahwa itu adalah kanker.
Kini tiba saatnya dokter tersebut mengumumkan hasil pemeriksaan tersebut.
“Pak Wardi, maaf saya harus mengatakan yang sebenarnya”, kata dokter membuka pembicaraan. “ini semua demi kebaikan bapak dan keluarga” lanjutnya.
“Baik Dok, apapun itu katakanlah” jawab Pak Wardi
“saya akan mengatakan yang sesungguhnya, ini semua adalah kehendak Yang Kuasa, Pak Wardi harus tabah dan sabar dengan hasil pemeriksaan ini”, kata Dokter.
“Setelah memalui beberapa rangkaian pemeriksaan ternyata Pak Wardi menderita kanker otak, yeng menyebabkan bapak sering pusing”, dokter melanjutkan….
Namun tanpa dinyana tanpa disangka, bukannya sedih mendengar kabar ini, namun Pak wardi justru tertawa terbahak-bahak….
“Puji Tuhan…..puji Tuhan semesta alam….”, sambil bertepuk tangan pak wardi berucap.
“lho pak wardi ini bagai mana, sakit kanker kok malah bersorak dan bersyuku?” tanya dokter keheranan..
Kemudian pak wardi diam dan menjawab” Begini dokter selala ini istri saya selalu mengatakan kalau saya ini tidak punya otak, tapi ternyata sekarang terbukti bahwa saya mempunyai otak, bukankah itu perlu disyukuri?” pak wardi balik bertanya setelah menjelaskan alasannya mengapa dia tertawa.
Kemudian dokter itu tersenyum, ternyata dia mendapatkan suatu pembelajaran mengenai persepsi. ternyata dibalik semua peristiwa selalu ada peristiwa lain yang tak kalah indah….
Persepsi
Februari 12, 2010 pada 8:46 am (Uncategorized)